Arkeologi

Radar penetrasi bawah tanah Raptor

Ground penetrating radar (GPR) memberi para arkeolog cara untuk secara non-destruktif dan non-intrusif mencitrakan dunia yang tersembunyi dan hilang di bawah. Dari semua teknologi geofisika di kotak peralatan arkeolog, GPR secara umum diterima sebagai yang paling mudah digunakan dengan resolusi data terbaik.

GPR menawarkan cara yang nyaman, andal, dan tidak merusak untuk menyelidiki bawah permukaan, yang menyederhanakan pekerjaan penggalian tradisional para arkeolog. Mensurvei situs brown dan greenfield dapat menunjukkan area yang diminati sebelum melakukan peletakan batu pertama dan menghindari kerusakan pada aset terkubur yang lebih modern seperti jaringan utilitas. Pada akhirnya, GPR memungkinkan perencanaan proyek yang lebih efektif untuk menghemat waktu, tenaga, dan uang.


Area umum penggunaan GPR:


• Investigasi lokasi, penilaian dan rekonstruksi virtual

• Lokasi dan pemetaan artefak

• Lokasi kuburan dan pemetaan

• Lokasi dan pemetaan struktur

CrossOver

Saat menggunakan sistem CrossOver, operator biasanya membuat petak garis survei untuk diikuti. Garis individu ini biasanya diproses dan diinterpretasikan dalam perangkat lunak 2D, seperti CrossPoint. Metode ini memungkinkan target dan tempat menarik lainnya untuk dipilih dan ditunjukkan pada peta, bersama dengan informasi pendukung seperti kedalaman, dll. Semua antena CrossOver adalah saluran ganda sejati, menawarkan dua frekuensi/resolusi secara bersamaan. Mereka dibangun di atas teknologi pengambilan sampel real-time terbaru untuk memberikan rasio signal-to-noise terbaik dan penetrasi mendalam di pasar.

Lebih jauh lagi, sistem CrossOver memungkinkan koneksi RTK-GPS eksternal, yang bila dikombinasikan dengan sinkronisasi waktu internal, menawarkan presisi pemosisian sentimeter. Oleh karena itu, sistem CrossOver adalah solusi GPR 2D terbaik di kelasnya untuk aplikasi arkeologi dan mewakili nilai uang tertinggi jika dibandingkan.

Raptor

Ketika presisi dan efisiensi yang lebih besar diperlukan, solusi pemetaan GPR 3D membawa penyelidikan arkeologi ke tingkat berikutnya. Seri Raptor mewakili teknologi susunan 3D GPR yang canggih dan menawarkan kepada para arkeolog cara yang efektif untuk memaksimalkan pengumpulan data dengan hasil yang lebih detail. Metode ini menghilangkan kebutuhan akan mark-out grid yang memakan waktu. Ini mengurangi risiko terhadap kualitas data dengan menghilangkan ambiguitas yang dihasilkan dari tidak mengikuti grid tersebut dengan benar, atau spasial under-sampling data 2D.

Sementara penerapan sistem GPR 3D di lapangan sebenarnya lebih rumit, hal ini dapat dibenarkan dengan peningkatan efisiensi secara keseluruhan, seperti pengurangan waktu survei, dan kepadatan dan kualitas data yang dikumpulkan lebih tinggi. Tidak seperti sistem 2D, sistem GPR 3D sepenuhnya bergantung pada pemosisian eksternal presisi dengan akurasi sentimeter, yang memerlukan pemikiran dan persiapan sebelum melakukan survei. Namun, upaya awal ekstra ini membuahkan hasil selama proses interpretasi data berikutnya.

Raptor mengumpulkan data radar dalam garis yang dipisahkan sekitar delapan sentimeter atau kurang sehingga tidak ada target yang hilang/alias, dan akan mengungkapkan semua yang dapat dideteksi oleh teknologi GPR. Meskipun pemrosesan data GPR 3D lebih maju, proses ini menjadi kurang begitu dengan bantuan Condor, yang membuat proses pemrosesan dan interpretasi lebih mudah daripada untuk data 2D. Gambar akhir terkadang mendekati kualitas fotografi.

Pemetaan GPR 3D adalah metode presisi tertinggi, untuk pemetaan situs arkeologi noninvasif. Sebagai solusi ujung ke ujung, Raptor dan Condor memaksimalkan efisiensi dan memberikan tingkat kualitas data tertinggi yang tersedia di pasar.


Arkeologi dengan radar penembus bawah tanah
arkeologi dengan teknologi radar penembus tanah

Mengapa GPR bermanfaat bagi para arkeolog?

  • Membantu dalam penilaian fitur arkeologi sebelum penggalian
  • Membantu dalam perencanaan penggalian dengan melokalisasi artefak dan fitur menarik lainnya
  • Membantu dalam alokasi tenaga kerja dan sumber daya lainnya untuk bidang minat tertentu
  • Deteksi dan petakan kuburan yang hilang atau tidak bertanda
  • Memahami struktur geologi yang mendasarinya
  • Membantu pengelolaan situs cagar budaya

Seri ImpulseRadar CrossOver dan Raptor memberikan manfaat berikut kepada para arkeolog:

Ringkas, kokoh di lapangan, portabel, dan mudah bermanuver di berbagai kondisi lokasi dan berbagai medan

Antena CrossOver frekuensi ganda yang sebenarnya mengumpulkan data frekuensi tinggi dan rendah secara bersamaan untuk menghadirkan cakupan penuh dari rentang kedalaman yang tersedia untuk cakupan, kualitas, dan akurasi data yang optimal.

Georeferensi sederhana dengan dukungan GPS dan integrasi Google Map™, dan pembuatan laporan lapangan otomatis, memungkinkan dokumentasi situs dan presentasi hasil yang mudah.

Alat yang intuitif dan mudah diakses untuk membuat penyesuaian yang efektif dengan cepat agar sesuai dengan kondisi situs tertentu

Array Raptor 3D GPR memungkinkan pengumpulan data yang cepat dan berkepadatan tinggi di seluruh area yang luas; ketika dikombinasikan dengan pemrosesan data 3D Condor, para arkeolog dapat menyajikan hasil yang akurat dan sangat detail dalam waktu yang sangat singkat.

Gereja Abad Pertengahan yang Hilang Terungkap